HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS dan WhatApp), email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Adopsi E-Commerce Dengan TAM Bagi UKM

Contoh Skripsi Ekonomi Adopsi E-Commerce Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM ) Bagi UKM  (Studi Kasus Pada UKM kota Solo Tahun 2010)

Pembekalan IT Pada Mahasiswa

Pembekalan IT Pada Mahasiswa

Latar Belakang Skripsi :

Persepsi terhadap  manfaat IT (Perceived  Usefulness) dan persepsi terhadap kemudahan penggunaan IT (Perceived  Ease of Use) mempengaruhi sikap (Attitude Towards Using) individu terhadap penggunaan IT, yang selanjutnya akan menentukan apakah orang berniat untuk menggunakan IT (Intention to Use). Niat untuk menggunakan IT akan menentukan apakah orang akan menggunakan IT (Actual Usage). Dalam TAM, Davis (1986) menemukan bahwa persepsi terhadap manfaat IT juga mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan IT tetapi tidak berlaku sebaliknya. Dengan demikian, selama individu merasa bahwa IT bermanfaat dalam tugas-tugasnya, ia akan berniat untuk menggunakannya terlepas apakah IT itu mudah atau tidak mudah digunakan.

TAM jauh lebih spesifik dibandingkan dengan TRA, karena TAM ditujukan hanya untuk perilaku penggunaan teknologi  komputer (Davis  et  al.,  1986).  TAM merupakan model penerimaan teknologi yang paling berpengaruh dan paling banyak digunakan pada studi di bidang Technology  Information  (Lee et al., 2003). Studi TAM terdahulu secara luas telah menggunakan berbagai jenis model dengan maksud untuk mendapatkan cara pandang yang lebih luas serta penjelasan yang lebih baik mengenai proses penerimaan teknologi pada individu (Legris et al., 2003). Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk melakukan perluasan pada TAM (Davis, 1986) dengan konteks adopsi e-commerce bagi UKM dengan menambahkan satu variabel eksternal yang diyakini relevan untuk diaplikasikan pada konteks adopsi e-commerce.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan utama yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap niat untuk mengadopsi   e-commerce  bagi UKM. Secara terperinci permasalahan yang akan dikaji meliputi:

1)  Apakah  kemampuan menggunakan komputer (computer self efficacy)  berpengaruh terhadap  persepsi kemanfaatan (perceived usefullness)  dan  persepsi kemudahan (perceived ease to use) dalam adopsi e-commerce?

2)  Apakah  persepsi kemudahan (perceived ease to use)  berpengaruh terhadap  persepsi kemanfaatan (perceived usefullness) dalam adopsi e-commerce?

3)  Apakah  persepsi kemanfaatan (perceived usefullness)  dan  persepsi kemudahan (perceived ease to use)  berpengaruh terhadap  sikap  terhadap penggunaan (attitude towards using) dalam adopsi e-commerce?

4)  Apakah persepsi kemanfaatan (perceived usefullness) berpengaruh langsung terhadap niat untuk menggunakan (intention to use) dalam adopsi e-commerce?

5)  Apakah  niat untuk menggunakan (intention to use)  berpengaruh langsung terhadap penggunaan sesungguhnya (actual usage) dalam adopsi e-commerce?

Tujuan Penelitian  

Studi ini bertujuan untuk  menjelaskan  pengaruh  computer self efficacy,  perceived usefullness,  perceived ease to use,  attitude towards using,  dan intention to use  terhadap actual usage dalam adopsi e-commerce yang dilakukan oleh UKM berdasarkan pendekatan Technology of Acceptance Model (TAM).

 Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan utama yang dikaji maka kesimpulan yang dapat diambil sesuai dengan hasil pembahasan dalam penelitian ini, antara lain:

6)  Hasil analisis menunjukkan bahwa  Computer Self Efficacy  berpengaruh  positif  terhadap Perceived Usefullness  dalam adopsi  e-commerce,  sehingga  hipotesis 1 didukung.  Hal ini ditunjukkan dengan adaya hubungan positif antara keduanya. Anggapan para pelaku UKM bahwa ia mampu menggunakan komputer akan mempengaruhi persepsinya mengenai manfaat dari e-commerce itu sendiri.

7)  Hasil analisis menunjukkan bahwa  Computer Self Efficacy  berpengaruh  positif  terhadap Perceived Ease  of  Use  dalam adopsi  e-commerce,  sehingga  hipotesis  2  didukung.  Hal ini ditunjukkan dengan adaya hubungan positif antara  Computer Self Efficacy  dan    Perceived Ease  of  Use. Para pelaku UKM yang yakin akan kemampuannya dalam menggunakan komputer mempengaruhi persepsinya akan kemudahan yang ditawarkan e-commerce.

8)  Hasil analisis menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use tidak berpengaruh positif terhadap Perceived Usefullness  dalam adopsi  e-commerce  sehingga  hipotesis 3 tidak didukung (ditolak). Hubungan negatif antara  Perceived Ease  of  Use  dengan  Perceived Usefullnes menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dalam  e-commerce  tidak selalu dapat mempengaruhi persepsi kemanfaatan.

9)  Hasil analisis menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use tidak berpengaruh positif terhadap Attitude Towards Using  dalam adopsi  e-commerce  sehingga  hipotesis 4 tidak  didukung (ditolak). Hal ini ditunjukkan dengan hubungan negatif antara Perceived Ease of  Use dengan Attitude Towards Using. Hasil negatif ini disebabkan oleh penerimaan terhadap e-commerce oleh para pelaku UKM tidak hanya dipengaruhi oleh suatu faktor kemudahan saja,

10) Hasil analisis menunjukkan bahwa  Perceived  Usefullnes  berpengaruh  positif  terhadap Attitude Towards  Using  dalam adopsi  e-commerce  sehingga  hipotesis 5 didukung.Hubungan yang positif antara  Perceived Usefulness  dengan  Attitude Towards Usingmenunjukkan bahwa pelaku UKM akan menerima atau menolak  e-commerce  berdasarkan manfaat yang ditawarkan oleh e-commerce untuk usahanya.

11) Hasil analisis menunjukkan bahwa  Perceived  Usefullness  berpengaruh  positif  terhadap Intention to Use dalam adopsi e-commerce sehingga hipotesis 6 didukung. Hubungan yang positif antara Perceived Usefulness dengan  Intention to Use menunjukkan bahwa apabila e- commerce memberikan manfaat yang bisa meningkatkan kinerja UKM, maka para pelaku UKM ingin menggunakan e-commerce dalam aktivitas usahanya

12) Hasil analisis menunjukkan bahwa  Attitude Towards Using  berpengaruh positif terhadap Intention to Use sehingga hipotesis 7 didukung. Hasil yang positif ini menunjukkan bahwa jika sikap para pelaku UKM menerima e-commerce, maka ia  ingin menerapkan teknologi tersebut dalam aktivitas usahanya.

13) Hasil analisis menunjukkan bahwa  Intention To Use berpengaruh langsung terhadap Actual Usage dalam adopsi e-commerce,  sehingga hipotesis 8 didukung. Hubungan positif antara keduanya menunjukkan bahwa  keinginan untuk menggunakan e-commerce oleh para pelaku UKM akan mendukung mereka  untuk terus menggunakan  e-commerce  secara efektif dalam aktvitas usahanya.

Leave a Reply