HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS dan WhatApp), email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Penemuan dengan Quantum Learning ditinjau Kreativitas Belajar

Skripsi Pendidikan Matematika ~ Dalam kehidupan sehari-hari, manusia akan selalu berhubungan dengan matematika. Contoh yang paling sederhana adalah dalam hal hitung-menghitung. Berhitung adalah kemampuan minimal matemetika yang dikenal masyarakat secara umum. Kalau seseorang senang akan berhitung (matematika), maka ia akan tertarik untuk belajar lebih dalam lagi. Sayangnya banyak siswa yang takut pelajaran matematika karena merasa sulit, sehingga prestasi belajar matematika siswa masih sangat rendah.

Metode Penemuan Pendekatan Quantum Learning

Metode Penemuan Pendekatan Quantum Learning

 

Menurut beberapa siswa SMA Negeri di Surakarta, dibandingkan mata pelajaran kimia dan biologi yang sama-sama eksak, matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang paling sulit. Untuk siswa sekolah swasta, khususnya SMA Batik 1 Surakarta, hal yang demikian juga dirasakan. Terlihat dari data prestasi belajar mereka pada semester I tahun ajaran 2005/2006, matematika dibanding ilmu eksak yang lain, masih yang paling rendah, meskipun hanya terpaut sedikit. Yaitu nilai rata-rata biologi semester I kelas X adalah 74.84, 65.21 untuk kimia, 62.12 untuk fisika, sedangkan matematika menduduki nilai terendah yaitu sebesar 61.45.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Prestasi belajar matematika siswa masih rendah mungkin disebabkan oleh pemakaian metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan materi pelajaran
  2. Belum digunakannya metode penemuan yang disertai dengan metode Quantum Learning pada pembelajaran matematika di sekolah, yang sebenarnya mampu membuat setiap orang yang belajar merasa senang dan terus meningkatkan prestasinya
  3. Belum dilakukannya upaya pembentukan suasana belajar di kelas yang menyenangkan yang dapat merangsang kreativitas berfikir siswa.

Pembatasan Masalah

Berdasarkan pemilihan masalah di atas, agar permasalahan yang dikaji dapat terarah dan mendalam maka masalah-masalah tersebut penulis batasi sebagai berikut:

  1. Prestasi belajar pada penelitian ini dibatasi pada pokok bahasan trigonometri kelas X semester II SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2005/2006.
  2. Metode pembelajaran matematika dalam penelitian ini adalah metode penemuan dengan pendekatan Quantum Learning untuk kelas eksperimen dan metode konvensional untuk kelas kontrol. Pendekatan Quantum Learning pada penelitian ini adalah berupa penataan tempat duduk, pemasangan rumus-rumus trigonometri dan kata-kata mutiara, peletakan tanaman di kelas, serta iringan musik yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
  3. Kreativitas belajar siswa pada penelitian ini dibatasi pada kreativitas belajar matematika siswa kelas X semester II SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2005/2006.

Perumusan Masalah

Sesuai dengan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah pembelajaran matematika dengan metode penemuan dengan pendekatan Quantum Learning menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada metode konvensional?
  2. Apakah siswa dengan kreativitas belajar matematika yang lebih tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar matematika yang lebih rendah?
  3. Apakah perbedaan prestasi belajar siswa yang dihasilkan dari penggunaan metode penemuan dengan pendekatan Quantum Learning dan metode konvensional tergantung dari kreativitas belajar matematika siswa?
Artikel terkait yang bertemakan Skripsi Pendidikan Matematika dan Tesis Pendidikan Matematika adalah sebagai berikut:

 

Incoming search terms:

Leave a Reply