HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS dan WhatApp), email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Laporan Keuangan Komersial Dengan Akuntansi Perpajakan

Contoh Skripsi Ekonomi  Analisis Antara Laporan Keuangan Komersial Dengan Akuntansi Perpajakan Dalam Penentuan Penghasilan Kena Pajak Dengan Mengambil Studi Kasus Pada PT. XYZ  Tahun Pajak 2001

Gambar Ilustrasi Akuntansi

Gambar Ilustrasi Akuntansi

Latar Belakang Skripsi :

Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia selalu diikuti dengan perubahan Standar Akuntansi Indonesia, demikian pula dalam hal peraturan perpajakan. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Perpajakan nomor 9 tahun 1994 dan UU nomor 16  tahun 2000 untuk merevisi UU nomor  6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan  (KUP), Kemudian UU nomor 7 tahun 1991, UU Nomor 10 tahun 1994 dan UU No. 17 tahun 2000 untuk merevisi UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Sedangkan UU Nomor 8 tahun 1983 tentang PPN dan PPn BM telah direvisi dengan UU Nomor 11 tahun 1994 dan UU Nomor 18 tahun 2000. Perubahan tersebut juga diikuti dengan aturan pelaksanaannya.

Tujuan dikeluarkannya Undang-Undang tersebut adalah untuk menyempurnakan peraturan agar masyarakat lebih mudah memahami peraturan perpajakan. Berdasarkan Undang-undang Perpajakan No. 6 tahun 1983 tentang KUP, masyarakat, dalam hal ini wajib pajak diberi kesempatan untuk menghitung, membayar dan melaporkan kewajiban perpajakannya. Sistem ini dikenal dengan system self assessment, menggantikan system official assessment dimana perhitungan perpajakan dilakukan oleh kantor pajak.

Perumusan Masalah

Dengan adanya perubahan  system official assessment menjadi  system  self assessment maka terjadi perubahan dalam penghitungan dan pelaporan penghasilan kena pajak dan kewajiban pajak lainnya yang sebelumnya menjadi wewenang dari Kantor Pajak, wajib pajak diberi kesempatan untuk menghitung, membayar dan melaporkan kewajiban perpajakannya. Namun hal ini juga diikuti dengan tanggungjawab wajib pajak terutama jika dilakukan pemeriksaan oleh kantor pajak. Hal ini dapat menimbulkan beberapa permasalahan yaitu, apakah wajib pajak telah menghitung, membayar dan melaporkan seluruh kewajiban perpajakannya dengan benar dan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku? Apa saja permasalahan yang akan dihadapi jika dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Pajak ?

Kesimpulan

Tujuan yang berbeda dalam akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan mengakibatkan perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya baik perbedaan yang bersifat tetap maupun yang bersifat sementara. Tujuan akuntansi komersial adalah  untuk menyajikan data kuantitatif yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan sedangkan tujuan akuntansi perpajakan adalah penghitungan penghasilan (rugi) fiskal dan juga menghitung kewajiban pajak lainnya. Secara umum dasar penerapan akuntansi komersial maupun akuntansi pajak adalah sama yaitu berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan. Pebedaannya terletak dalam hal-hal tertentu yang diatur tersendiri dalam peraturan perpajakan. Untuk menerapkan akuntansi perpajakan dapat dilakukan dengan melakukan rekonsiliasi atas akuntansi komersial. Rekonsialiasi atas perbedaan tersebut dapat dilakukan dengan koreksi fiskal baik koreksi fiskal positif maupun koreksi fiskal negatif. Koreksi fiskal positif merupakan koreksi fiskal yang menambah laba menurut akuntansi komersial yang disebabkan karena ketentuan perpajakan yang memasukkan pos-pos pendapatan yang belum diperhitungkan dan mengurangi pos-pos biaya yang telah diperhitungkan. Sedangkan koreksi fiskal negatif merupakan koreksi fiskal yang mengurangi laba menurut akuntansi komersial dan memasukkan pos-pos biaya yang belum diperhitungkan.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply