HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS dan WhatApp), email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Anteseden Dan Konsekuensi Kepuasan Kerja

Contoh Skripsi Ekonomi   Analisis Anteseden Dan Konsekuensi Kepuasan Kerja (Studi pada Perawat Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru)

Interaksi antara Perawat Dan Pasien

Interaksi antara Perawat Dan Pasien

Latar Belakang Skripsi :

Karyawan  merasa  lebih puas ketika pekerjaan yang  dilakukannyacukup dihargai sehingga  dapat  memberikan kontribusi untuk organisasi. Karyawan dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi sangat  penting karena karyawan akan lebih percaya bahwa organisasi  peduli terhadap kualitas pekerjaannya dan  karyawan  lebih berkomitmen untuk organisasi,  serta memiliki tingkat retensi dan produktivitas yang lebih tinggi (Fatt, Khin,  &Heng, 2010).

Sebuah komitmen merupakan hal yang penting untuk dijadikan ukuran karyawan untuk menuju kesuksesan perusahaan.  Ketika kepuasan karyawanmeningkat, maka tingkat komitmen organisasi karyawan menjadi tinggi.Menurut Nijhof, De Jong  dan Beukhof (1998) komitmen organisasi mengacu pada penerimaan nilai-nilai organisasi dan kesediaan untuk tinggal.Karyawan yang merasa puas menginginkan berada di tempat kerja yang sama, hal tersebut membuat komitmen meningkat dan mengurangi keinginan untuk berpindah.

 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka penulis dapat mengambil suatu  perumusan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah keadilan prosedural memiliki dampak positif pada tingkat kepuasan kerja perawat?

2. Apakah pelatihan kerjamemiliki dampak positif pada tingkat kepuasan kerja perawat?

3. Apakah semangat timantara perawat memiliki dampak positif pada tingkat kepuasan kerja perawat?

4. Apakah kejelasan pekerjaan perawat memiliki dampak positif pada tingkat kepuasan kerja perawat?

5. Apakah kepuasan kerja  perawat memiliki  dampak  positif pada komitmen organisasi?

6. Apakah kepuasan kerja perawat memiliki dampak  negatif pada  keinginan berpindah kerja?

7. Apakah komitmen organisasimemiliki  dampak negatif padakeinginan berpindah kerja?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris analisis anteseden dan konsekuensi kepuasaan kerja perawat di Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru. Anteseden kepuasan kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keadilan prosedural, pelatihan kerja, semangat tim, kejelassan pekerjaan, dan konsekuensi kepuasan kerja yaitu komitmen organisasional dan keinginan berpindah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu  convenience sampling.  Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 perawat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program AMOS 16.0.

 Kesimpulan

Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian yang dilakukan Halepota dan Shah (2010) dengan judul  “An Empirical Investigation of Organizational Antecedents on Employee Job Satisfaction in a Developing Country dan penelitian yang dilakukan Chen et al., (2009) dengan judul “Are Educational Background and Gender Moderator Variables for Leadership, Satisfaction and Organizational Commitment?“. Berdasarkan hasil penelitianmengenai Analisis Anteseden dan Konsekuen Kepuasan Kerja (Studi pada Perawat Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru) dan berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan peneliti pada Bab IV dengan menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM) maka dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut :

1. Kepuasan kerja perawat Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru dipengaruhi secara signifikan oleh variabel keadilan prosedural dan pelatihan kerja, dapat dilihat pada perolehan nilai probabilitasnya < 0,05.

2. Sementara itu, untuk variabel semangat tim dan kejelasan pekerjaan ternyata tidak mempengaruhi kepuasan kerja perawat secara signifikan, dapat dilihat pada perolehan nilai probabilitasnya > 0,05.

3. Konsekuensi dari kepuasan kerja perawat Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru adalah variabel komitmen organisasional dan keinginan berpindah. Kepuasan kerja perawat ternyata berpengaruh pada variabel komitmen organisasional secara signifikan tetapi tidak secara signifikan berpengaruh pada variabel keinginan berpindah. Akan tetapi komitmen organisasiona berpengaruh secara signifikan pada variabel keinginan  berpindah.

Incoming search terms:

Leave a Reply